Menulis adalah kegiatanku mengungkapkan kebahagiaan, kesedihan,kegalaun,ketidak setujuan,simpati, dan beragam jenis emosi dan informasi yang kumiliki,dengan mengungkapkan isi hatiku melalui tulisan, secara tidak sadar aku merasa telah melakukan terapi kejiwaan menuju kedewasaan berfirkir dan berprilaku....................
Jumat, 23 November 2012
Kamis, 22 November 2012
Melihat Karakter Cowok Berdasarkan Rokoknya
Menurut sebuah penelitian, karakter pria perokok bisa dilihat dari merek atau jenis rokoknya.
Anda ingin tahu?

Dji Sam Soe Kretek
Kecenderungan pria yang merokok Dji Sam Soe Kretek memiliki kepribadian yang kuat, suka tantangan dan memiliki mental leadership & enterpreneurship yang kuat, tetapi cenderung egois.
Gudang Garam Filter International
Kecenderungan pria yang merokok Gudang Garam Filter International memiliki idealisme sendiri, cuek, apa adanya, santai dan tidak menyukai keributan (peaceful guy).
Djarum Super
Kecenderungan pria yang merokok Djarum Super memiliki idealisme sendiri, cuek, ingin selalu menonjolkan diri dan cenderung menyukai keributan, tetapi akan sangat baik terhadap sahabatnya.
Sampoerna A Mild
Kecenderungan pria yang merokok Sampoerna A Mild selalu stylist, cenderung supel sehingga terkadang keputusan yang dibuat dipengaruhi orang sekitarnya, dan tidak menyukai sesuatu yang complicated sehingga lebih suka mencari jalan amannya saja.
Marlboro
Kecenderungan pria yang merokok Marlboro memiliki kepribadian yang kuat, stylist, cuek, ingin selalu menonjolkan diri, dan memiliki mental enterpreneurship yang kuat.
Marlboro Menthol
Kecenderungan pria yang merokok Marlboro Menthol memiliki kepribadian yang kuat, ingin selalu menonjolkan diri, tidak mau kalah sehingga terkadang menggunakan segala kekuatan yang dimiliki untuk menang dan selalu membuat kesan pertama itu menggoda.
Rokok Mild Menthol
Kecenderungan pria yang merokok Mild Menthol merek apapun, memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain, tidak mau kalah dan memiliki mental leadership yang kuat.
Rokok Mild Yang Lain
Kecenderungan pria yang merokok Mild merek yang lain, selalu stylist, cenderung supel, kuat terhadap pendirian sendiri tetapi tetap toleran terhadap sekitarnya.
Rokok Kretek Yang Lain
Kecenderungan pria yang merokok kretek merek yang lain selalu kuat terhadap pendiriannya sendiri, cenderung supel, menyukai tantangan dan memiliki mental enterpreneurship yang cukup kuat.
Rokok Apapun
Kecenderungan pria yang merokok merek apapun, cenderung supel tetapi labil, mudah terpengaruh sekitarnya, menyukai hal-hal yang baru dan selalu mengalami kesulitan setiap akan mengambil keputusan.
Anda ingin tahu?
Dji Sam Soe Kretek
Kecenderungan pria yang merokok Dji Sam Soe Kretek memiliki kepribadian yang kuat, suka tantangan dan memiliki mental leadership & enterpreneurship yang kuat, tetapi cenderung egois.
Gudang Garam Filter International
Kecenderungan pria yang merokok Gudang Garam Filter International memiliki idealisme sendiri, cuek, apa adanya, santai dan tidak menyukai keributan (peaceful guy).
Djarum Super
Kecenderungan pria yang merokok Djarum Super memiliki idealisme sendiri, cuek, ingin selalu menonjolkan diri dan cenderung menyukai keributan, tetapi akan sangat baik terhadap sahabatnya.
Sampoerna A Mild
Kecenderungan pria yang merokok Sampoerna A Mild selalu stylist, cenderung supel sehingga terkadang keputusan yang dibuat dipengaruhi orang sekitarnya, dan tidak menyukai sesuatu yang complicated sehingga lebih suka mencari jalan amannya saja.
Marlboro
Kecenderungan pria yang merokok Marlboro memiliki kepribadian yang kuat, stylist, cuek, ingin selalu menonjolkan diri, dan memiliki mental enterpreneurship yang kuat.
Marlboro Menthol
Kecenderungan pria yang merokok Marlboro Menthol memiliki kepribadian yang kuat, ingin selalu menonjolkan diri, tidak mau kalah sehingga terkadang menggunakan segala kekuatan yang dimiliki untuk menang dan selalu membuat kesan pertama itu menggoda.
Rokok Mild Menthol
Kecenderungan pria yang merokok Mild Menthol merek apapun, memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain, tidak mau kalah dan memiliki mental leadership yang kuat.
Rokok Mild Yang Lain
Kecenderungan pria yang merokok Mild merek yang lain, selalu stylist, cenderung supel, kuat terhadap pendirian sendiri tetapi tetap toleran terhadap sekitarnya.
Rokok Kretek Yang Lain
Kecenderungan pria yang merokok kretek merek yang lain selalu kuat terhadap pendiriannya sendiri, cenderung supel, menyukai tantangan dan memiliki mental enterpreneurship yang cukup kuat.
Rokok Apapun
Kecenderungan pria yang merokok merek apapun, cenderung supel tetapi labil, mudah terpengaruh sekitarnya, menyukai hal-hal yang baru dan selalu mengalami kesulitan setiap akan mengambil keputusan.
Rabu, 21 November 2012
JERITAN
sebenarnya hari ini sedikit mengecewakan dengan tim medis, banyak sekali tindakan yg seharusnya tidak terjadi....tapi apa mau dikata, aku turut berduka cita atas meninggalnya NY.XX telah sekian lama dia datang tak mengenal waktu pagi siang maupun malam demi mempertahankan kondisi badannya, demi memperjuangakan kehidupannya keluarganya maupun anak kecilnya yg lahir dengan selamat pada saat waktu itu....banya percekcokan terjadi di IGD, tapi aku tak bisa berbuat apa2 padahal perlu sekaki kita koreksi segala macam tindakan...
pada saat kita mau mengususlkan tindakan seperti ini, kita selalu di rendahkan dan bahkan tak dianggap....beginilah lila liku menjadi sebuah bawahan............................semoga kau tenang di alam surga sana bu....semoga keluargamu diberikan sebuah ketabahan dan anakmu bisa menjadi generasi yg terbaik di masanya.amin
pada saat kita mau mengususlkan tindakan seperti ini, kita selalu di rendahkan dan bahkan tak dianggap....beginilah lila liku menjadi sebuah bawahan............................semoga kau tenang di alam surga sana bu....semoga keluargamu diberikan sebuah ketabahan dan anakmu bisa menjadi generasi yg terbaik di masanya.amin
Minggu, 18 November 2012
Membangun Soft Competency SDM Dalam Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit
Istilah keunggulan kompetitif (competitive advantage) sudah sering kita dengarkan di era penuh persaingan ini. Bahwa untuk bisa memenangkan persaingan, maka organisasi/ perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif dibanding perusahaan lain. Konsep inipun berlaku bagi rumah sakit. Dengan makin banyaknya rumah sakit-rumah sakit yang bermunculan, maka tentu saja tingkat persaingan semakin ketat. Kalau dulu kita ibaratkan, pasienlah yang membutuhkan rumah-sakit, tetapi sekarang ini, rumah sakitlah yang membutuhkan pasien. Nah, untuk bisa memenangkan pilihan pasien, maka rumah sakit harus mempunyai keunggulan dibanding rumah sakit lain.
Rumah sakit merupakan perusahaan pelayanan jasa, dimana produk yang dihasilkan sifatnya tidak berujud (intangible) dan berasal dari pemberi pelayanan tersebut yang dalam hal ini adalah petugas atau kita sebut SDM. SDM merupakan unsur penting baik dalam produksi maupun penyampaian jasa. SDM menjadi bagian diferensiasi yang mana perusahaan jasa menciptakan nilai tambah dan memperoleh keunggulan kompetitifnya. Sumber daya alat dan prasarana yang lain memungkinkan untuk ditiru dan juga dipunyai oleh rumah sakit lain, tetapi tidak demikian dengan SDM.
Berbicara masalah SDM tentu saja terkait dengan kompetensi. Kompetensi pada umumnya didefinisikan sebagai kombinasi antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap/ perilaku (attitude) seorang karyawan sehingga mampu melaksanakan pekerjaannya. Beberapa ahli menyatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan merupakan hard competency sedangkan sikap dan perilaku sebagai soft competency. Lalu sisi mana dari kompetensi SDM ini yang merupakan peluang sebagai keunggulan kompetitif bagi rumah sakit?
Pengetahuan merupakan output dari pendidikan formal yang diperoleh. Dalam standar minimal pelayanan rumah sakit jenis dan tingkat pendidikan SDM sudah ditentukan sesuai dengan tipe rumah sakit. Misalnya rumah sakit tipe C, maka minimal harus mempunyai 4 dokter spesialis yaitu spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan spesialis kandungan. Karena ini merupakan standar minimal, maka rumah sakit tipe C lainpun akan memenuhinya. Contoh lain, tenaga keperawatan adalah dengan tingkat penddikan D3. Maka rumah sakit manapun standar pendidikan perawat adalah D3. Ketrampilan merupakan wujud dari perjalanan pengalaman seseorang dan seringnya melakukan ketrampilan tersebut. Semakin lama dan semakin sering SDM melakukan tindakan maka semakin trampil. Keahlian melakukan tindakan, misalnya memasang infuse, pada awal sebagai karyawan, mungkin masih belum trampil, tetapi setelah sering melakukan tindakan memasang infuse maka lama-lama pasti makin trampil. Untuk meningkatkan ketrampilan inipun bisa dilakukan dengan pelatihan. Sehingga ketrampilan SDM di rumah sakit bisa dengan mudah ditiru oleh rumah sakit lain. Hard competency baik pengetahuan dan ketrampilan biasanya lebih mudah untuk dikembangkan dan tidak memerlukan biaya pelatihan yang besar untuk menguasainya dan rumah sakit manapun bisa melakukannya.
Sikap/ perilaku (attitude) merupakan refleksi dari konsep nilai yang diyakini, karakteristik pribadi dan motivasi karyawan. Konsep nilai bahwa bekerja adalah ibadah, menolong orang lain adalah kewajiban, bersikap baik dan tersenyum pada semua orang adalah sebuah keharusan akan menumbuhkan kinerja yang baik pada karyawan. Motivasi untuk selalu semangat bekerja, belajar dan meningkatkan kompetensi diri adalah sesuatu yang mahal dan tidak dipunyai oleh semua orang. Apalagi customer rumah sakit sangat berbeda dengan customer perusahaan jasa yang lain. Bayangkan anda memasuki rumah sakit dengan peralatan yang lengkap dan canggih tetapi karyawannya tidak bersikap ramah, judes dan tidak bersahabat, anda pasti ingin segera meninggalkan tempat tersebut.
Sebagai pemberi pelayanan jasa, sikap dan perilaku inilah yang akan bisa dirasakan oleh customer/ pasien. Siapapun karyawan , yang berpendidikan tinggi atau tidak, yang trampil menyuntik atau tidak, kalau sikap dan perilaku kepada pasien tidak baik maka tetap saja pelayanan jasa yang diterima juga tidak baik. Soft competency ini sifatnya tersembunyi dan untuk mengembangkannya memerlukan waktu yang panjang.
Kalau rumah sakit bisa mengembangkan soft competency dengan menumbuhkan sikap dan perilaku positif pada semua karyawannya, menciptakan lingkungan yang kondusif dan memacu motivasi semua karyawannya untuk berkembang dan maju, maka ini merupakan sesuatu keunggulan yang bisa bersaing dengan rumah sakit lain.
3 Sikap yang Memperburuk Masalah Cinta
Permasalahan cinta bisa meruncing, jika Anda 'merautnya' dengan sikap yang tidak tepat. Dikutip dari She Knows, berikut ini tiga perilaku yang membuat masalah cinta Anda dan pasangan semakin memburuk.
1. Diam Saat Marah
Dalam kasus ini, pepatah 'Silence is Golden' jelas tidak berlaku. Saat marah atau kesal dengan kekasih, diam seribu bahasa bukanlah jalan keluarnya. Diam ketika bertengkar, hanya akan menambah masalah.
Jangan berharap ia mau meminta maaf, malah dia akan semakin kesal. Cobalah ungkapkan apa yang ada di pikiran Anda agar masalah cepat terselesaikan.
Tapi bila Anda termasuk tipe yang cenderung lebih memilih diam untuk meredakan emosi, ada baiknya memberi tahu si dia. Katakan kalau Anda perlu waktu sendiri dulu, sebelum membicarakan masalah. Jangan mengabaikannya.
2. 'Bermain Tebak-tebakan'
Tidak ada orang yang tahu, apa yang terjadi di pikiran Anda selain Anda sendiri. Jadi jangan berharap kekasih akan tahu apa yang Anda inginkan, bila Anda tidak mengatakannya.
Jika ada sesuatu yang Anda inginkan dari pasangan, maka ucapkan saja padanya. Jangan hanya kesal karena tebakannya salah, atau dia melakukan jauh dari keinginan Anda. Ungkapkanlah apa perasaan Anda, bukan membuang waktu menunggunya untuk bisa membaca pikiran Anda.
Jika Anda bukan termasuk orang yang bisa mengatakan sesuatu dengan frontal, mulailah dari hal-hal kecil. Misalnya, restoran mana yang mau Anda datangi bersama pasangan atau film apa yang ingin ditonton. Jika sudah terbiasa, Anda akan bisa mengungkapkan hal-hal yang lebih penting dan signifikan dalam hubungan asmara.
3. Menyimpan Dendam
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk kekasih Anda. Janganlah menyimpan dendam saat Anda memergoki dia selingkuh atau berbohong. Selesaikan secara terbuka. Bila Anda masih kesal dan marah, ungkapkanlah. Jangan berkata Anda memaafkan kesalahannya, tapi di dalam hati, masih memendam amarah begitu dalam.
Hal ini akan menyakiti diri sendiri, juga orang lain. Dendam hanya akan memperparah masalah. Lupakan dendam Anda dengan tiga cara ini:
- Cobalah tenang, jelaskan kalau Anda masih belum terima dengan kesalahannya. Jika si dia tidak bisa memahaminya, gambarkan bagaimana perasaan Anda sebenarnya.
- Beri dia waktu untuk berbicara. Biarkan dia menjelaskan masalah dari sudut pandangnya. Mungkin saja telah terjadi kesalahpahaman, dan memberikan Anda perspektif lain.
- Coba curhat dengan teman atau orang dekat. Katakan hal-hal apa yang mengganggu, yang membuat Anda frustasi sebelum berbicara dengan pasangan.
- Anda bisa meluapkan kemarahan dengan olahraga, latihan kickboxing atau berjalan-jalan sendiri sebentar. Kemudian ungkapkan perasaan Anda kepada pasangan.
Langganan:
Postingan (Atom)